Minggu 8 Februari 2015

Halo pembaca, kali ini saya hanya menceritakan kegiatan harian saya saja. Karena ini adalah blog pribadi boleh dong ya sekali-sekali dijadikan sebagai diary hehehe. Hari ini cukup santai (sebenarnya hari-hari lain juga tidak sibuk karena belum bekerja). Awalnya pada pagi hari saya kira saya akan mengantar om saya yang akan pulang ke Balikpapan, namun ternyata ada pak sopir yang bisa mengantar beliau. Saya hanya mengantar sampai mobil saja pagi tadi. Dari pagi sampai siang saya hanya di rumah saja.

Siang hari ada ajakan dari teman saya untuk futsal. Awalnya hanya ngobrol-ngobrol saja tentang keaktifan saya kembali di dunia blog. Setelah ngobrol ngalor-ngidul saya diajak futsal bersama. Setelah siap-siap, langsung saja saya beranjak ke bilangan Ciladak untuk bertemu beliau. Sebelum futsal kami makan siang dulu sambil ngobrol-ngobrol karena sudah lama tak bertemu. Topik obrolannya yaa masih topik paling hangat di kalangan lulusan baru yang belum bekerja, yaitu proses rekrutmen. Continue reading “Minggu 8 Februari 2015”

Pengalaman Membeli Tiket Pesawat Di Traveloka.com

Halo pembaca, kali ini saya ingin berbagi pengalaman memakai layanan pembelian tiket pesawat di traveloka.com. Tadi siang (Sabtu, 7 Februari 2015), saya dan bapak ingin membeli tiket untuk om saya yang mau pulang ke Balikpapan. Awalnya kami hanya ingin melihat jadwal penerbangan dan harga tiket untuk berangkat hari minggu ini lalu pergi ke Margonda/Pondok Indah untuk mencari agen travel untuk membeli tiket. Melihat penawaran untuk membeli tiket secara online, kami berubah pikiran untuk membeli di internet saja. Lagipula di rumah ada printer untuk mencetak tiket online tersebut. Mungkin para pembaca ada yang sudah pernah/sering memakai layanan ini. Namun untuk yang belum pernah, langkah-langkah membeli tiket di traveloka.com seperti ini: Continue reading “Pengalaman Membeli Tiket Pesawat Di Traveloka.com”

Waspada Pembegalan Di Kota Depok

handcuffs
Sumber gambar: http://www.frontpagemag.com

 

Halo pembaca, kali ini saya ingin mengulas tentang isu yang sedang hangat dibicarakan di Indonesia tentang kota tempat tinggal saya, Kota Depok. Saat ini di Depok sedang marak sekali aksi pembegalan. Sejujurnya, sebelum kasus ini sering terjadi di Depok, saya kurang familiar dengan kata pembegalan. Untuk yang belum tahu pembegalan itu apa,  berikut ini kutipan definisi pembegalan dari  situs http://www.artikata.com/

Pembegalan: 1. proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: – sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian

Ya, pembegalan itu adalah perampasan yang dilakukan di jalan. Pengguna motor adalah target utama dari pembegal-pembegal ini. Biasanya mereka berkeliaran secara berkelompok pada tengah malam. Para pembegal mengerubungi si korban lalu mengarahkan korban ke tempat gelap dan sepi untuk melakukan perampasan. Ada juga yang melakukan perampasan dengan cara menabrak motor korban sampai jatuh lalu merampas motor korban. Dari beberapa media online yang saya baca, daerah-daerah yang rawan akan pembegal adalah:

  1. Jalan Margonda Raya (jalan protokol Kota Depok)
  2. Fly Over Universitas Indonesia (perbatasan antara Kota Depok dan Jakarta Selatan, persis sebelum pintu masuk Universitas Indonesia)
  3. Jalan Lenteng Agung (sudah berada di daerah Jakarta Selatan, berbatasan dengan Kota Depok)
  4. Jalan Juanda (salah satu jalan utama di Kota Depok, penghubung Jalan Margonda Raya dan Jalan Raya Bogor)
  5. Komplek Grand Depok City (kawasan komplek perumahan yang sangat luas, jalannya besar, namun belum sepenuhnya dibangun sehingga masih cukup gelap dan sepi)
  6. Jalan Krukut (salah satu jalan penghubung Depok dan Jakarta Selatan)
  7. Jalan Limo (akses menuju daerah Cinere)

Continue reading “Waspada Pembegalan Di Kota Depok”

Tugas Akhir Manajemen Rekayasa Industri ITB (Bagian 1 – Kuliah TA 1)

fti-007
Sumber gambar: http://www.fti.itb.ac.id

Halo WordPress! Kali ini saya mau cerita tentang proses tugas akhir saya.

Seperti tingkat pendidikan S1 pada umumnya, untuk mendapatkan gelar sarjana mahasiswa harus membuat tugas akhir berupa penelitian ilmiah/skripsi/ yang nantinya akan dipresentasikan dan diuji oleh dosen. Ada beberapa universitas yang tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat kelulusan. Sebagai gantinya, mahasiswa bisa memilih untuk melakukan magang/kerja praktek atau mengambil kelas/SKS tambahan pengganti skripsi.  Di program studi saya, Manajemen Rekayasa Industri (MRI) ITB, tugas akhir berupa skripsi adalah hal yang wajib dikerjakan untuk mendapatkan gelar sarjana teknik.

Tugas akhir ini memakan waktu 2 semester memiliki total bobot 7 SKS. Tujuh SKS itu terdiri dari 2 SKS mata kuliah Tugas Akhir Manajemen Rekayasa I (disingkat TA 1) dan 5 SKS mata kuliah Tugas Akhir Manajemen Rekayasa 2 (disingkat TA 2).

Apa bedanya TA 1 dan TA 2? Mata kuliah TA 1 adalah proses belajar mengajar di kelas. Ada dosen yang memberi materi di kelas, tugas-tugas dan ujian. Saya masih ingat, mata kuliah ini diajarkan oleh Bapak Dr. Iwan Inrawan W. Inti dari kuliah TA 1 adalah mempersiapkan bekal penting untuk membuat TA 2 yang merupakan penelitian yang akan kita buat sendiri. Bekal-bekal yang diberikan dan sangat penting untuk TA 2 adalah: Continue reading “Tugas Akhir Manajemen Rekayasa Industri ITB (Bagian 1 – Kuliah TA 1)”

Hello again, WordPress! Apa kabar?

Hello again. Halo kembali wordpress! Apa kabar? Udah lama sekali ga ngepost di blog ini. Posting terakhir saya diupload pada tanggal 7 Agustus 2012. Saat itu saya baru akan memulai semester kelima, sedang galau tentang masalah akademik dan mencoba memotivasi diri saya agar bisa meningkatkan indeks prestasi.

Alhamdulillah, saat ini saya sudah menyelesaikan perkuliahan saya di Program Studi Manajemen Rekayasa Industri ITB. Saya sudah diwisuda pada bulan Oktober 2014 kemarin. Alhamdulillah juga, usaha saya untuk menaikkan indeks prestasi yang sudah ditekadkan pada post 7 Agustus 2012 itu. Setelah banting tulang untuk mengatrol nilai-nilai yang buruk pada masa awal perkuliahan, akhirnya bisa juga lulus dengan indeks prestasi yang (sedikit, sangat sedikit) diatas ambang batas yang Bapak saya tentukan. Batas itu yaa batas minimum yang rata2 perusahaan patok dalam proses rekrutmen. Walaupun indeks prestasi itu ga mengagumkan (karena banyak banget diluar sana yang lulus dengan indeks prestasi fantastis), saya bersyukur banget karena di balik itu saya banyak dapat pelajaran penting yaitu pentingnya keseriusan dan kerja keras untuk mencapai sesuatu yang optimal. masa awal kuliah saya yang kepalang santai dan ga serius adalah kesalahan yang ga boleh diulangi ke depannya nanti.

Setelah 3 bulan setelah wisuda, saya belum dapet pekerjaan. Status saya masih jobseeker saat ini. Hmm mungkin nanti akan menyusul post-post saya berikutnya berhubung saya punya beberapa cerita dan tentunya masih punya banyak waktu luang (namanya juga penganggur hehe).

Okay wordpress, segitu dulu “Hello again” dari saya. Sampai jumpa lagi!

naratamaevan

semester lima, sebuah titik balik.

semester baru telah datang.

saya akan menjalani semester kelima dalam kehidupan perkuliahan di ITB. tadi siang baru saja melakukan proses perwalian (daftar ulang) untuk melanjutkan kuliah di semester lima. semester ini saya mendaftar 20 sks dengan tujuh mata kuliah. paket untuk semester ini hanya 17 sks. awalnya agak bingung untuk memilih mata kuliah tambahan sampai akhirnya saya memilih mata kuliah intelijen pasar dengan beban tiga sks sehingga beban sks yang diambil genap menjadi 20 sks.

pada saat melihat rencana studi dan sejarah studi saya, agak miris rasanya. kuliah saya tertinggal dari teman-teman saya. untuk mengejar yang ketinggalan itu pun tidak bisa dilakukan di semester ini. IP saya tak cukup untuk mengambil sks lebih dari 20. di saat teman-teman mengambil banyak sks, saya hanya bisa mengambil sks sedikit karena IP saya juga sedikit… ya, itu akibat keteledoran saya selama dua tahun kuliah di ITB ini. terlalu banyak bolos, melakukan hal sia-sia, kalau kata teman-teman saya terlalu sering golar-goler.

tak ada gunanya untuk menyesal, meratapi noda hitam yang tertoreh di masa lalu. semester lima ini adalah kesempatan untuk membalikkan keadaan. ini adalah langkah saya untuk menanjak. dengar cerita dari senior saya, semester lima ini kesempatan untuk meraih indeks prestasi yang gemilang. kata mereka kuliah-kuliahnya banyak menggunakan analisis dan “ngems”, tinggal bersilat pena. tapi yang pasti, kesungguhan usaha dan doa harus ditingkatkan.

bismillah, semoga kuliah semester ini (dan semester-semester berikutnya) lancar.

NO MORE DUA KOMA, HARUS TIGA KOMA, BAHKAN EMPAT

amiin.

tiada guna, tiada arti

dahulu

saat sedang tidak dibutuhkan, dia ada, selalu diabaikan. didiamkan. diacuhkan. tak dibahas. tak digubris. tak dilihat, dilirik pun tidak. tak disentuh. tak diberdayakan.

sekarang

saat sedang dibutuhkan, dia tidak ada, selalu diingat. dicari. disesali. diratapi. hanya ada di dalam imajinasi. wujudnya tak nampak di depan mata. bentuknya tak dapat digenggam.

tiada guna, tiada arti,

hanya penyesalan.