Listening to 22 by Taylor Swift

Happy birthday to me yang ke 22 hehehe. Terima kasih Ibu dan Bapak yang udah mendidik saya sampai saat ini. Terima kasih buat sodara2, Icha, dan teman2 semua yang udah ngucapin, ngedoain, dan udah ngeluangin waktunya buat ketemu saya hari ini. Merasa bersyukur dan beruntung banget bisa dikelilingi orang-orang yang baik. Saya sayang kalian 😁

Listening to 22 by Taylor Swift

Preview it on Path

Hello again, WordPress! Apa kabar?

Hello again. Halo kembali wordpress! Apa kabar? Udah lama sekali ga ngepost di blog ini. Posting terakhir saya diupload pada tanggal 7 Agustus 2012. Saat itu saya baru akan memulai semester kelima, sedang galau tentang masalah akademik dan mencoba memotivasi diri saya agar bisa meningkatkan indeks prestasi.

Alhamdulillah, saat ini saya sudah menyelesaikan perkuliahan saya di Program Studi Manajemen Rekayasa Industri ITB. Saya sudah diwisuda pada bulan Oktober 2014 kemarin. Alhamdulillah juga, usaha saya untuk menaikkan indeks prestasi yang sudah ditekadkan pada post 7 Agustus 2012 itu. Setelah banting tulang untuk mengatrol nilai-nilai yang buruk pada masa awal perkuliahan, akhirnya bisa juga lulus dengan indeks prestasi yang (sedikit, sangat sedikit) diatas ambang batas yang Bapak saya tentukan. Batas itu yaa batas minimum yang rata2 perusahaan patok dalam proses rekrutmen. Walaupun indeks prestasi itu ga mengagumkan (karena banyak banget diluar sana yang lulus dengan indeks prestasi fantastis), saya bersyukur banget karena di balik itu saya banyak dapat pelajaran penting yaitu pentingnya keseriusan dan kerja keras untuk mencapai sesuatu yang optimal. masa awal kuliah saya yang kepalang santai dan ga serius adalah kesalahan yang ga boleh diulangi ke depannya nanti.

Setelah 3 bulan setelah wisuda, saya belum dapet pekerjaan. Status saya masih jobseeker saat ini. Hmm mungkin nanti akan menyusul post-post saya berikutnya berhubung saya punya beberapa cerita dan tentunya masih punya banyak waktu luang (namanya juga penganggur hehe).

Okay wordpress, segitu dulu “Hello again” dari saya. Sampai jumpa lagi!

naratamaevan

semester lima, sebuah titik balik.

semester baru telah datang.

saya akan menjalani semester kelima dalam kehidupan perkuliahan di ITB. tadi siang baru saja melakukan proses perwalian (daftar ulang) untuk melanjutkan kuliah di semester lima. semester ini saya mendaftar 20 sks dengan tujuh mata kuliah. paket untuk semester ini hanya 17 sks. awalnya agak bingung untuk memilih mata kuliah tambahan sampai akhirnya saya memilih mata kuliah intelijen pasar dengan beban tiga sks sehingga beban sks yang diambil genap menjadi 20 sks.

pada saat melihat rencana studi dan sejarah studi saya, agak miris rasanya. kuliah saya tertinggal dari teman-teman saya. untuk mengejar yang ketinggalan itu pun tidak bisa dilakukan di semester ini. IP saya tak cukup untuk mengambil sks lebih dari 20. di saat teman-teman mengambil banyak sks, saya hanya bisa mengambil sks sedikit karena IP saya juga sedikit… ya, itu akibat keteledoran saya selama dua tahun kuliah di ITB ini. terlalu banyak bolos, melakukan hal sia-sia, kalau kata teman-teman saya terlalu sering golar-goler.

tak ada gunanya untuk menyesal, meratapi noda hitam yang tertoreh di masa lalu. semester lima ini adalah kesempatan untuk membalikkan keadaan. ini adalah langkah saya untuk menanjak. dengar cerita dari senior saya, semester lima ini kesempatan untuk meraih indeks prestasi yang gemilang. kata mereka kuliah-kuliahnya banyak menggunakan analisis dan “ngems”, tinggal bersilat pena. tapi yang pasti, kesungguhan usaha dan doa harus ditingkatkan.

bismillah, semoga kuliah semester ini (dan semester-semester berikutnya) lancar.

NO MORE DUA KOMA, HARUS TIGA KOMA, BAHKAN EMPAT

amiin.

tiada guna, tiada arti

dahulu

saat sedang tidak dibutuhkan, dia ada, selalu diabaikan. didiamkan. diacuhkan. tak dibahas. tak digubris. tak dilihat, dilirik pun tidak. tak disentuh. tak diberdayakan.

sekarang

saat sedang dibutuhkan, dia tidak ada, selalu diingat. dicari. disesali. diratapi. hanya ada di dalam imajinasi. wujudnya tak nampak di depan mata. bentuknya tak dapat digenggam.

tiada guna, tiada arti,

hanya penyesalan.

Huruf S, Sebuah Awal

Saya sangat jarang menulis. Tidak tahu mengapa, saat ini (medio Juli 2012) saya tergugah untuk menulis. Saya membuat blog baru, membuka lembaran baru. Saya ingin bisa menulis. Jika selama ini waktu-waktu saya dihabiskan oleh kegiatan yang hilang begitu saja, mulai saat ini saya mencoba melakukan sesuatu yang produktif.

Rasanya masih kaku sekali otak dan jari saya untuk melimpahkan kata-kata. Memang, kata orang-orang butuh proses pembelajaran untuk bisa menulis dengan baik.

Dan proses pembelajaran itu dimulai sejak saya menekan tombol S. Huruf pertama dalam postingan ini.

(Judul dibuat setelah isi post selesai dibuat)