Tugas Akhir Manajemen Rekayasa Industri ITB (Bagian 3 – Abstrak TA)

20150222_111714-1

Halo pembaca, apa kabar? Saya mau lanjut post tentang tugas akhir saya nih. Buat yang belum baca bagian sebelumnya bisa klik ini bagian 1 dan bagian 2.

Maksud saya untuk share abstrak TA disini untuk membantu pembaca yang mungkin akan/sedang membuat tugas akhir tentang manajemen risiko. Saat saya mengerjakan TA, saya cukup kesulitan mencari referensi TA sejenis di internet. Mungkin sudah banyak yang membuat TA tentang manajemen risiko, namun tersimpan di perpustakaan universitas masing-masing. Penulis yang membagikannya di internet mungkin belum banyak. Untuk itu saya mencoba sedikit membantu teman-teman pembaca yang sedang mencari referensi di bidang ini. Kalau ada teman-teman pembaca yang ingin membaca TA saya yang lengkap/bertanya/diskusi/ngobrol-ngobrol dengan saya tentang manajemen risiko bisa hubungi saya melalui kontak pada halaman ini: kontak 

mengutip boleh, tapi jangan lupa dituliskan sumbernya ya teman-teman pembaca 🙂

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO PADA PROYEK PERANCANGAN PRODUK N219 DI PT DIRGANTARA INDONESIA

TUGAS SARJANA

Diajukan untuk sidang sarjana di Program Studi Manajemen Rekayasa Industri
Institut Teknlologi Bandung

Oleh
EVAN NARATAMA
NIM 14410006

ABSTRAK

Negara Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Untuk meningkatkan perekonomian negara, dibutuhkan moda transportasi yang dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Saat ini, masih terdapat daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat dan laut karena keadaan geografisnya. Untuk itu, dibutuhkan alat transportasi udara yang mampu menjangkau daerah pedalaman dan sulit dijangkau dengan transportasi darat dan laut.

Kebutuhan tersebut dijawab oleh PT Dirgantara Indonesia dengan meluncurkan proyek perancangan produk N219. Produk N219 adalah pesawat terbang perintis yang dapat digunkana hingga ke daerah terpencil. Pesawat tersebut berukuran kecil dan dapat mampu mengangkut 19 penumpang.

Seperti proyek-proyek pada umumnya, proyek ini memiliki potensi risiko yang dapat mengancam tujuan dari dilaksanakannya proyek ini. Proyek ini pun belum memiliki sebuah penerapan manajemen yang terstruktur. Untuk itu, dilakukan identifikasi dan analisis risiko yang berpotensi mengancam keberjalanan proyek ini.

Penelitian mengenai manajemen risiko ini dilakukan dengan kerangka kerja proses manajemen risiko ISO 31000. Dilakukan pemetaan jalur komunikasi dan konsultasi untuk proses manejemen risiko, lalu dilakukan penentuan konteks dari proyek, baik konteks eksternal, konteks internal dan konteks manajemen risiko. Selanjutnya dilakukan identifikasi risiko dengan tools risk breakdown matrix. Metode yang digunakan untuk mengisi risk breakdown matrix adalah menggunakan metode brainstorming dan expert judgement. Dari identifikasi risiko yang dilakukan, terdapat 39 butir risiko yang mengancam keberjalanan proyek. Setelah risiko teridentifikasi, dilakukan analisis risiko dengan melakukan penilaian probabilitas dan dampak dari tiap-tiap risiko. Setelah masing-masing nilai diperoleh, dilakukan evaluasi risiko dengan tools matriks probabilitas dan dampak. Terdapat 8 risiko dengan kategori prioritas tinggi. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan penyusunan tindakan-tindakan perlakuan risiko untuk 8 risiko dengan prioritas tinggi tersebut.

Kata Kunci: risiko, proyek, ISO 31000, Risk Breakdown Matrix, Risk Breakdown Structure, Work Breakdown Structure

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s